Rabu, 11 Agustus 2010

Kue Lekker, Citarasa Belanda Harga Jelata


Satu lagi jajanan tradisional khas Solo yang bikin aku kangen terhadap kota dengan sejuta hal yang menarik ini. Kali ini, jajanan yang ingin kuceritakan namanya Kue Leker (bukan Neker lho ya..!).

Asal usul kenapa disebut dengan kue Leker ada sebuah spekulasi menarik. Dari cerita simbah-simbah jaman dahulu kala, konon, orang-orang kompeni Belanda yang ada di Solo suka makan jajanan kue ini. Karena rasanya uenak, maka orang-orang Belanda ini pun menyebutnya sebagai Kue Lekker / Kue Lecker. Kosakata Lekker menurut pemberitahuan seorang kawan di sebuah forumberarti [a surprise!] dan [delicious] atau ekspresi enak atau sedap.


Lekker is almost impossible to translate into English, and I find that it doesn’t even properly translate into the German “Lecker”. Lekker can apply to just about anything – if food is “lekker” (‘Jislaaik, hierdie kos is lekker!’) it is delicious, if the weather is “lekker” (‘Dis lekker weer om te gaan swem’) it is great weather, and so on. The Afrikaans word for a lolly, or a sweet, is a “lekker”, if that gives you any idea! It’s just a word that generally denotes something really good, and can be used in just about any context.
In the quote, “lekker” would mean something pretty or precious, which the wife would appreciate. (SUMBER: klik di sini)

Selanjutnya karena orang-orang Belanda sering menyebutnya dengan Lekker Lekker, maka orang-orang pribumi pun menamainya Kue Leker (Kue Enak) sampai kini. Demikianlah spekulasi yang beredar yang kuketahui. Kebenarannya gimana, silakan anda telusuri sendiri.


Seiring dengan semakin sempitnya lapangan kerja di semua sektor instansi pemerintahan-swasta dan semakin tinggi kebutuhan ekonomi yang harus dipenuhi masyarakat hal ini akan menambah beban kebingungan masyarakat untuk mencari suatu solusi yang pasti akan adanya peluang usaha wiraswasta yang bisa memberi nilai tambah dan kualitas hidup setiap individu yang menjalankan. Maka kami turut mengupayakan solusi tersebut dengan membangun sebuah usaha dengan potensi besar. Berawal dari beberapa gerai yang kami olah sendiri nantinya usaha ini akan memiliki potensi ke depan untuk dibentuk menjadi usaha berbasis kemitraan (franchise) dengan harga yang terjangkau dan mampu mendatangkan keuntungan yang besar. Di samping itu kami ingin menciptakan sebuah wadah kreativitas bagi insane muda yang ingin berwirausaha dan mandiri secara financial.

Penduduk di Indonesia saat ini memiliki daya konsumtif yang cukup besar. Dari sekian banyak produk yang ditawarkan di pasaran, bidang kuliner nampak mulai merajai pasar Indonesia. Seperti yang telah kita ketahui usaha dalam bidang kuliner menunjukkan perkembangan yang cukup pesat beberapa tahun ini. Segala inovasi dan terobosan baru dalam bidang kuliner pun bermunculan sehingga memudahkan para konsumen untuk memilih menu makanan mereka dan memanjakan perut serta lidah mereka. Bahkan bidang kuliner saat ini mendominasi dunia usaha dalam berbagai bentuk, salah satunya dalam bentuk franchise/waralaba. Melalui Franchise ini pula segala inovasi di bidang kuliner pun bermunculan mengingat bahwa kesuksesan dunia franchise begitu signifikan dan dapat menjadi inspirasi untuk kalangan pembisnis lainnya.
Melihat keberhasilan franchise di Indonesia, ide untuk menjadikan leker sebagai salah satu menu utama pun muncul. Mengapa kami memilih leker? Sebab leker termasuk jenis makanan ringan yang dapat dikonsumsi setiap saat oleh siapa saja dari berbagai kalangan. Makanan dengan berbahan dasar tepung ini akan kami olah dengan berbagai jenis inovasi dan kombinasi pilihan rasa akan memudahkan pembeli bebas menentukan rasa sesuai pilihan mereka sendiri dan tentunya akan menjadikan leker ini lain dengan leker biasa yang ada di pasaran.

Usaha dengan label “HAPPY LEKKER” ini berencana membuka gerainya untuk pertama kali di Surakarta. HAPPY LEKKER akan membuka gerainya pada tahun 2010. Setelah beberapa gerai berhasil dibuka dan menunjukkan perkembangan yang baik, kemudian pihak HAPPY LEKKER akan membentuk konsep franchise untuk dipasarkan lebih luas lagi. Konsep HAPPY LEKKER berasal dari 5 mahasiswa yang masih aktif menjadi mahasiswa ATMI Surakarta. Berikut adalah profil singkat mengenai pendiri HAPPY LEKKER.
  1. Paulus Yohanes Darmo Atmojo. Mahasiswa berusia 20 tahun ini masih tercatat sebagai mahasiswa ATMI Surakarta. Paulus, begitu dia sering dipanggil berasal lahir dan besar di Banjarmasin dan saat ini mencoba menuntut ilmu di Surakarta sembari berlatih berwirausaha bersama teman-temannya.
  2. Yosephin Isputriani . Mahasiswi ATMI Jurusan Design kelahiran Surakarta ini masih menyelesaikan studinya dan bersama Paulus berusaha membangun HAPPY LEKKER. Mereka mendapatkan ide usaha ini karena mereka seorang pecinta makanan .
  3. Yulius Candra Setiawan . Mahasiswa angkatan 2007 yang sering dipanggil Yulius ini berasal dari Surakarta. Dengan berbekal pengetahuan dagang dari keluarga, Yulius berupaya memadukan konsep usaha ini dengan ilmu-ilmu yang dimilikinya.
  4. Kresna Nurhadewa . Mahasiswa angkatan 2007 ATMI Surakarta yang sering dipanggil Kresna ini berasal dari Sukoharjo Memiliki keahlian tinggi dibidang tehnik dan berkomitmen membantu dalam penyediaan logistik untuk membangun usaha ini.
  5. Romanus Panji Saga Dwiangga . Mahasiswa angkatan 2007 yang sering dipanggil Panji ini berasal dari Surakarta, dengan berbekal hobbi corat-coret dan design animasi yang digelutinya sejak sekolah menengah, Panji mengaplikasikan hobbi nya untuk membantu publikasi dari usaha HAPPY LEKKER ini.

Ada beberapa alasan kami mencetuskan konsep HAPPY LEKKER ini, yaitu :
1 .Ketersediaan bahan baku yang kontinyu dan selalu segar karena bahan baku adalah produk umum dan mudah didapat di pasaran dengan kualitas mutu yang terjamin.
2. Adanya variasi kombinasi rasa yang unik dan telah teruji rasanya. Total variasi rasa saat ini 20 macam.
3. Akan terus menambahkan inovasi baru dalam menu dan berbagai produk yang lain sehingga kejenuhan pangsa pasar dapat teratasi.
4. Risiko kegagalan kecil dan selalu ada pengembangan baik dalam menu maupun strategi pengembangan usaha.
5. Modal relative kecil dibanding dengan jenis usaha yang lain.

Kami memiliki pandangan ke depan untuk mengubah konsep usaha ini menjadi bentuk franchise yang dapat dimiliki oleh kalangan umum dengan potensi keuntungan sebagai berikut:
1. Berkesempatan memiliki usaha sendiri dengan peluang keberhasilan lebih besar dibandingkan membuka usaha sendiri.
2. Variasi menu yang jarang ditemukan di pasaran dengan harga yang terjangkau akan mudah menarik minat konsumen.
3. Pihak konseptor terus mengembangkan managemen HAPPY LEKKER agar para mitra benar-benar mampu mengembangkan usahanya dan menjadi pebisnis yang handal.
4. Pihak konseptor berupaya mendapatkan hak paten untuk resep ini sehingga akan sulit dipalsukan.

Segmentasi Pasar dan Target Lokasi Outlet HAPPY LEKKER
1. Karena menu makanan HAPPY LEKKER sangat mudah diterima semua lapisan masyarakat, maka kalangan masyarakat umum dapat menerima produk HAPPY LEKKER.
2. Pusat keramaian dan event-event tertentu, seperti foodcourt, pameran, pinggir jalan raya, dan area supermarket.
3. Daerah sekitar sekolah, kampus, dan tempat-tempat hiburan.
4. Mall
5. Tempat lain yang dapat membawa perkembangan outlet lebih baik.

HAPPY LEKKER saat ini memiliki menu utama kue leker dengan 20 variasi rasa yang digolongkan menjadi 5 kategori umum, yaitu :
a. Cokelat
b. Keju
c. Kacang
d. Pisang
e. Ice Cream

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
Copyright © .:COLOR D'WORLDD=
Blogger Theme by BloggerThemes
This template is brought to you by : allblogtools.com | Blogger Templates